Jakarta (KABARIN) - Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto menegaskan dirinya bukan sosok utama di balik pencapaian bersejarah tim Garuda pada Piala Asia Futsal. Ia memilih menempatkan kerja tim sebagai faktor paling penting dari semua hasil yang diraih.
Indonesia mencatat momen bersejarah ketika untuk pertama kalinya lolos ke semifinal usai menundukkan Vietnam dengan skor 3-2 pada Selasa. Dua hari berselang, pencapaian itu bahkan meningkat setelah Indonesia melangkah ke partai final usai menyingkirkan Jepang 5-3 dan mematahkan ambisi lawan meraih gelar kelima.
"Pertama, saya tidak menciptakan sejarah," kata Souto dalam sesi jumpa pers setelah laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena Jakarta Kamis.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan pencapaian besar dalam dua hari tersebut bukan hasil kerja satu orang. Menurutnya, semua itu lahir dari kerja keras kolektif seluruh tim, mulai dari pemain hingga staf, termasuk mereka yang tidak masuk skuad.
Souto bahkan menyebut nama Evan Soumilena yang masih cedera dan belum bisa memperkuat tim. Evan turut hadir langsung di Indonesia Arena dan menyaksikan perjuangan rekan-rekannya dari tribun.
"Bukan saya pembuat sejarah, tim saya yang melakukannya. Ini bukan tentang satu orang, tapi tentang semua orang," ujar Souto.
"Saya mulai lelah dengan narasi “history maker” dan Hector Souto. Ini kerja kolektif. Bukan hanya pemain yang ada di sini," lanjutnya.
Pada laga tersebut, Indonesia tampil agresif sejak awal. Samuel Eko membuka keunggulan pada menit ke-12, lalu gol bunuh diri Takehiro Motoishi pada menit ke-23 membuat Indonesia unggul dua gol.
Jepang bangkit dan menyamakan skor menjadi 2-2 lewat gol Takehiro pada menit ke-31 dan Kazuya Shimizu pada menit ke-35. Firman Ardiansyah kembali membawa Indonesia unggul 3-2 pada menit ke-39, namun kemenangan di waktu normal buyar setelah Shimizu mencetak gol penalti di detik-detik akhir laga.
Memasuki babak tambahan, Indonesia tampil lebih tenang. Reza Gunawan membawa Garuda kembali unggul 4-3 setelah memanfaatkan kesalahan pemain Jepang. Drama kemudian ditutup oleh gol Dewa Rizki ke gawang kosong saat Jepang bermain power play sehingga skor berakhir 5-3.
"Jepang adalah tim luar biasa. Mereka punya pemain hebat, taktik modern, dan pelatih yang sangat saya hormati, Kensuke. Tapi begitulah olahraga—kadang menang, kadang kalah," ucap Souto.
Di partai final, Indonesia akan menghadapi Iran yang dikenal sebagai tim paling sukses di ajang Piala Asia Futsal. Iran telah menjuarai 13 dari 15 final yang pernah mereka jalani. Laga puncak ini dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena pada Sabtu 7 Februari pukul 19.00 WIB.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026